Lets Learn With Heart

Knowledge is Useful 4 Our Happiness

DILEMA HATI (Gondes)

DILEMA HATI
Gondes

Bangun pagi…dini hari
Buru-buru sampai lupa mandi
Ingat janji mau ketemu Murobbi
Dengan semangat tinggi…juga bawa data diri

Dandanan rapi…aromanya serba wangi
Sisiran gaya sepuluh jari
Menata hati…biar tidak tampak grogi
Terima tantangan dengan PeDe tinggi

Terkejutnya…tiada tara…
Saat Murobbi memberi data
Sekumtum bunganya serba mempesona
Hapalan Al-Qur’annya…(yuhu…)..Sungguh luar biasa

Visi jihadnya…mengurai indah Sastra
Visi da’wahnya…setara dengan S3

Sedangkan diri…cuma pemateri…
LDK atau sekolah pagi
Paling banternya hanya jadi MC
Juz ‘Ammanya pun bolong sana-sini…

Susahnya…mengukur…Potensi…di dalam hati…
Jujur mana tahan hidup sendiri…
Mudahkanlah segala pintu rizki…

Dengan Ma’isyah dan A’isyah…
Percayalah hidup jadi serba indah…

August 7, 2010 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

SENI MEMPERHATIKAN (Serial Cinta)

bebekunik1

Kalau cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah PERHATIAN. Kalau kita mencintai seseorang maka kita semestinya memberikan perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati paling dalam, dari keinginan tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kita cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.

Perhatian adalah pemberian jiwa : semacam penampakan emosi yang kuat dari keinginan baik kepada orang yang kita cintai. Tidak juga semua orang yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk terus memperhatikan.

love4jpg

Memperhatikan adalah kondisi dimana kamu keluar dari dalam dirimu menuju orang lain yang ada diluar dirimu. Hati dan pikiranmu sepenuhnya tertuju kepada orang yang kamu cintai. Itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Mereka bisa keluar dari dalam dirinya adalah orang-orang yang sudah terbebas secara psikologis. Yaitu bebas dari kebutuhan untuk diperhatikan. Mereka independen secara emosional : kenyamanan psikologis tidak bersumber dari perhatian orang lain terhadap dirinya. Dan itulah musykilnya. Sebab sebagian orang besar lebih banyak terkungkung dalam dirinya sendiri. Mereka tidak bebas secara mental. Mereka lebih suka diperhatikan daripada memperhatikan. Itu sebabnya mereka selalu gagal mencintai.

Itulah kekuatan Pecinta Sejati : bahwa mereka pemerhati serius. Mereka memperhatikan orang-orang yang mereka cintai secara intens dan menyeluruh. Mereka berusaha terus menerus untuk memahami latar belakang sang kekasih, Menyelidiki seluk beluk persoalan hatinya, Mencoba menemukan karakter jiwanya, Mendefinisikan harapan-harapan dan mimpi-mimpinya, dan Mengetahui kebutuhan-kebutuhannya untuk sampai kepada harapan-harapannya itu.

semangat

Para pemerhati yang serius biasanya lebih suka Mendengar daripada didengarkan. Mereka memiliki kesabaran yang cukup untuk mendengar dalam waktu yang lama. Kesabaran itulah yang membuat itu pula yang memberi peluang untuk menyerap lebih banyak informasi tentang sang kekasih yang mereka cintai.

Tapi disini juga disimpan sesuatu yang teramat agung dari rahasia cinta. Rahasia tentang pesona jiwa para pecinta. Kalau kita terbiasa memperhatikan kekasih hati, secara perlahan-lahan dan tanpa ia sadari, ia akan tergantung dengan perhatianmu. Secara psikologis ia akan sangat menikmati saat-saat diperhatikan itu. Bila suatu saat perhatian itu hilang, ia akan merasakan kehilangan yang sangat. Perhatian itu niscaya akan menyiksa jiwanya dengan rindu saat kita tidak berada disisinya. Mungkin ia tidak mengatakan tapi ia pasti merasakannya. =)

( dari ”Buku Serial Cinta” By Anis Matta, Lc)

February 10, 2009 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

Impian Dalam Untaian Kata ( My Dream Come True )

re-exposure-of-p10409161

VISI & MISI PERUSAHAAN ( My Dream )

VISI : Menjadi Badan Usaha yang Amaliah, Modern, Sehat Organisasi, Sehat Usaha, Sehat Mental serta Mensejahterakan dan Menjadi pelopor Usaha Tani (agribisnis) yang bernuasa Wisata.

MISI: 1. Menciptakan Lapangan Pekerjaan bagi masyarakat sekitar yang berdampak sosial yang positif bagi kesejahteraan masyarakat.

2. Meningkatkan kesejahteraan bersama baik karyawan, manajerial, pengusaha dan investor sehingga tercipta ketentraman, keberkahan dan motivasi kerjasama yang tinggi.

3. Melaksanakan Tata Kelola Operasional yang baik,efektif & efisien

4. Mengimplementasikan inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

5. Mempelopori penyelenggaraan usaha tani yang bernuansa wisata, sehingga akan tercipta suasana nyaman, indah dan kepuasan yang dirasakan oleh semua pihak.

Agri Bisnis & My Hobby

” Cukup gambar saja yang berbicara, saatnya berbuat =)

p1040880

p1040915

Antara Bandung & Pangalengan

Sederhana saja Bandung tempat ku dilahirkan, Pangalengan rumah masa depan (ku ingin berkarya walau di sejengkal tanah)


p1040963

” Sebaik baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat buat yang lainnya “

” Walau besok akan kiamat, tanamlah pohon untuk kebaikan semua”

bibitadeniumbibitstrawberyadeniumiduknya1

Go Green………..Save Our World……Sampah=Masalah…

Generasi Pemanfaat Sampah = Generasi Masa Depan =)

February 5, 2009 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

Sejarah Sunda (130 – 1579 M)

Purwacarita

Pengertian sejarah secara tradisi adalah beberapa kisah dongeng, legenda, babad, tambo dll. Sesungguhnya hal itu berada dibawah disiplin ilmu sastra, sedangkan sejarah, pembuktiannya harus berdasarkan disiplin ilmu : filologi (ilmu yang mempelajari naskah kuna), epigrafi (ilmu yang mempelajari aksara prasasti), arkeologi (ilmu yang mempelajari artefak-artefak peninggalan sejarah), dan geografi (ilmu yang mempelajari permukaan bumi).

Karya sastra bisa diuji dan dikaji oleh disiplin ilmu sejarah sejauh karya sastra yang bernilai sejarah itu dapat menunjang temuan sejarah itu sendiri. Sebaliknya hasil penelitian sejarah dapat disusun menjadi karya sastra yang sering kita sebut roman sejarah. Naskah Pangeran Wangsakerta, menurut Edi S. Ekadjati dan menurut Ayat Rohaedi, adalah naskah sejarah. Sistematika dan pengungkapannya sudah dalam bentuk sejarah, menggunakan referensi atau sumber-sumber tertulis lainnya.
Purwayuga
Sejarah Sunda dimulai dari masa Purwayuga (jaman purba) atau dari masa Nirleka (silam), yang terbagi atas :
Prathama Purwayuga (jaman purba pertama), dengan kehidupan manusia hewan Satwapurusa, antara 1 jt s.d. 600 rb th silam Dwitiya Purwayuga (jaman purba kedua), dengan kehidupan manusia yaksa, antara 500 rb sampai 300 rb tahun silam
Tritiya Purwayuga (jaman purba ketiga), dengan kehidupan manusia kerdil (wamana purusa), antara 50 rb sampai 25 rb tahu silam.

Dukuh Pulasari Pandeglang
menurut naskah Pangeran Wangsakerta, kehidupan masyarakat Sunda pertama di pesisir barat ujung pulau Jawa, yaitu pesisir Pandeglang. Dipimpin oleh seorang kepala suku (panghulu) Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Sistem religi mereka adalah Pitarapuja, yaitu pemuja roh leluhur, dengan bukti sejumlah menhir seperti Sanghiyang Dengdek, Sanghiyang Heuleut, Batu Goong, Batu Cihanjuran, Batu Lingga Banjar, Batu Parigi, dll. Refleksi dukuh Pulasari dapat kita lihat di kehidupan masyarakat Sunda Kanekes (Baduy).
Salakanagara
Putri Aki Tirem yaitu Pohaci Larasati, menikah dengan seorang duta niaga dari Palawa (India Selatan) bernama Dewawarman. Ketika Aki Tirem wafat, Dewawarman menggantikannya sebagai penghulu dukuh Pulasari.
Dewawarman mengembangkan Dukuh Pulasari hingga menjadi kerajaan corak Hindu pertama di Nusantara, yang kemudian diberi nama Salakanagara. Salaka berarti Perak dan Nagara berarti negara atau negeri. Oleh ahli dari Yunani, Claudius Ptolomeus, Salakanagara dicatat sebagai Argyre. Dalam berita China dinasti Han, tercatat pula bahwa raja Yehtiao bernama Tiao-Pien mengirimkan duta keChina tahun 132 M. menurut Ayat Rohaedi, Tiao berarti Dewa, dan Pien berarti Warman.
Salakanagara didirikan tahun 130 M, dengan raja pertamanya Dewawarman I dengan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Rakja Gpura Sagara. memerintah hingga tahun 168 M. Wilayahnya meliputi propinsi banten sekarang ditambah Agrabintapura (Gunung Padang Cianjur) dan Apuynusa (Krakatau).
Raja Terakhir (ke-8) Dewawarman VIII bergelar Prabu Darmawirya Dewawarman (348-363 M).

Tarumanagara
Didirikan oleh Jayasingawarman pada 358 M dengan nobat Jayasingawarman Gurudarmapurusa.
Penerusnya adalah Purnawarman yang memindahkan pusat pemerintahan dari Jayasingapura (mungkin Jasinga) ke tepi kali Gomati (bekasi) yang diberi nama Sundapura (kota Sunda), bergelar Harimau Tarumanagara (Wyagraha ning tarumanagara), dan disebut pula Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng) dan juga Panji Segala Raja. Sedangkan nama nobatnya adalah Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati.
Raja terakhir Sang Linggawarman sebagai raja ke-12

Kerajaan Sunda
Tarumanagara dirubah namanya menjadi Kerajaan Sunda oleh Tarusbawa, penerus Linggawarman. Akibatnya belahan timur Tarumanagara dengan batas sungai Citarum memerdekakan diri menjadi Kerajaan Galuh
Kerajaan Sunda berlangsung hingga tahun 1482 M, dengan 34 raja.
Prabu Maharaja Linggabuana dinobatkan menjadi raja di kerajaan Sunda pada 22 februari 1350 M. Ia gugur bersama putrinya, Citraresmi, dalam tragedi Palagan Bubat akibat ulah Mahapatih Gajahmada. Peristiwa itu terjadi pada 4 September 1357 M.
Mahaprabu Niskala Wastu Kancana menggantikan posisi Linggabuana pada usia 9 tahun. Dia membuat Prasasti Kawali di Sanghiyang Linggahiyang atau Astana Gede Kawali. Dia juga yang membuat filsafat hidup :” Tanjeur na Juritan, Jaya di Buana” (unggul dalam perang, lama hidup di dunia).
Wastukancana memerintah selama 103 tahun 6 bulan dan 15 hari dalam keadaan damai.
Sri Baduga Maharaja adalah putra Prabu Dewa Niskala, cucu dari Prabu Wastukancana. Ia adalah pemersatu kerajaan Sunda, ketika Galuh kembali terpisah. Kerajaan ini lebih dikenal dengan sebutan Pajajaran. Dialah raja pertama yang mengadakan perjanjian dengan bangsa Eropa, yaitu Portugis. Ia berkuasa dari tahun 1482 s.d. 1521M.

Kerajaan Galuh
Pendirinya adalah Prabu Wretikandayun pada 612 M.
Prabu Sanjaya Harisdarma. Ia disebut Taraju Jawadwipa, dan sempat menjadi Maharaja di tiga kerajaan : Kalingga – Galuh – Sunda.
Sang Manarah yang dalam dongeng disebut Ciung Wanara. Ia putera Prabu Premana Dikusumah dari Naganingrum.

Kerajaan Pajajaran
Pajajaran adalah sebutan pengganti atas bersatunya kerajaan Galuh dengan kerajaan Sunda, yang dipegang oleh satu penguasa : Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran atau Sri Sang Ratu Dewata.
Penggantinya adalah Prabu Sanghyang Surawisesa, yang berkuasa di belahan barat Jawa barat, karena di sebelah timur sudah berdiri kerajaan Islam Pakungwati Cirebon, yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana atau Haji Abdullah Iman. Dia adalah putra sulung Sri Baduga Maharaja dari Subanglarang yang beragama Islam. Subanglarang adalah murid Syekh Quro Hasanudin Pura Dalem Karawang.
Tahta kerajaan Pajajaran berlangsung turun-temurun : Ratu Dewata; Ratu Sakti, Prabu Nilakendra dan yang terakhir Prabu Ragamulya Suryakancana.
Di pihak Cirebon sendiri, putera Susuhunan Jati Cirebon, yaitu Pangeran Sabakingkin, telah berhasil mendirikan kerajaan bercorak Islam Surasowan Wahanten (Banten) dan melakukan beberapa kali penyerbuan ke Pajajaran.
Pakuan Pajajaran direbut dan dimusnahkan oleh Maulana Yusuf, putra Maulana Hasanudin.
Pajajaran sirna ing bhumi, atau Pajajaran lenyap dari muka bumi pada tanggal 11 bagian terang bulan wasaka tahun 1511 Saka atau 11 Rabi’ul Awal 978 hijriah atau tanggal 8 mei 1579 M.

Sebagai tunas-tunas Pajajaran, muncullah 3 kerajaan Islam di tatar Sunda :
Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon;
Kerajaan Islam Surasowan Banten; dan
Kerajaan Islam Sumedanglarang.

yoseph iskandar February 14, 2006

December 4, 2008 Posted by | Uncategorized | 3 Comments

Harmonis Dengan Canda

“Mas, itu ada tukang bakso lewat!” ujar seorang istri pada suaminya. “Stttt… biarkan Dik, dia kan sedangsarangburung usaha. Jangan diganggu!”
Mendengar ucapan suaminya tentu saja sang istri merasa gemas lalu mengejar sang suami yang ingin dicubitnya. Si suami tentu saja senang berhasil mencandai istrinya. Meski agak dongkol sang istri pun tertawa-tawa cukup lama.
Apakah anda senang bercanda dengan pasangan Anda, atau apakah pasangan anda senang menajak bercanda? Kalau jawabannya jarang atau bahkan tidak, berhati-hatilah. Beberapa tes untuk mengukur sejauh mana keharmonisan suatu hubungan pernikahan senantiasa menjadikan “ada tidaknya canda” sebagai salah satu parameter. Kurangnya canda dan gurauan di antara suami istri bisa menunjukkan kurang harmonisnya kehidupan rumah tangga.
Setiap orang tentu menginginkan hubungan pernikahannya harmonis hingga akhir hayat. Namun tak setiap pasangan dapat mempertahankan keharmonisan rumah tangganya, bahkan banyak yang berakhir dengan perceraian. Alasan perceraian “sudah tidak ada kecocokan” sebenarnya berarti sudah hilangnya keharmonisan dalam rumah tangganya.
Banyak faktor yang mempengaruhi hilangnya keharmonisan diantara keduanya. Diantara faktor yang paling penting yaitu komunikasi. Jika komunikasi mengalami hambatan bisa mempengaruhi hubungan suami istri.
Suami istri perlu membiasakan suasana komunikasi yang akrab dalam keseharian bahkan dalam menentukan berbagai keputusan penting dalam rumah tangga. Suami dan istri harus saling menghargai pendapat masing-masing. Tak sepantasnya suami mendoktrin istri, atau bahkan meremehkan pendapatnya. Demikian juga sang istri sebaiknya tidak mendominasi pembicaraan. Suasana dialogis perlu dikembangkan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.
Rasulullah adalah teladan baik sebagai seorang suami dalam menjalin komunikasi dengan keluarganya. Beliau tak segan mendengarkan pembicaraan istri tanpa memotong, menyela bahkan menghentikannya. Sebagai contoh, suatu malam Aisyah menuturkan kisah yang amat panjang tentang sebelas orang wanita di zaman jahiliyah yang menceritakan suami-suami mereka.
Diceritakannya satu persatu cerita dari para wanita itu dari mulai satu hingga ke sebelas. Selama Aisyah bercerita Rasululah menyimaknya dengan baik. Aisyah merasa bebas bercerita kepada Rasul Allah SAW tanpa khawatir dipotong dan diacuhkan oleh beliau. Bahkan Rasulullah terlihat betah mendengar cerita Aisyah yang panjang lebar itu. Setelah selesai barulah beliau memberi komentar secukupnya. Dari kisah itu kita bisa melihat suasana komunikasi dalam keluarga yang baik dan lancar.
Rasulullah adalah juga sosok suami yang sangat memperhatikan kebutuhan batiniah istrinya. Rasulullah senantiasa mengupayakan suasana yang menyenangkan dan selalu ingin menghibur perasaan istrinya. Aisyah yang terpaut usia sangat jauh tidak dipaksa melulu untukmengikuti pola dan irama hidup Rasulullah sebagai pemimpin umat. Ada saat-saat di mana Rasulullah mengkondisikan suatu suasana dan situasi demi menyenangkan perasaan Aisyah. Nabi mengundang beberapa anak gadis Anshar untuk bermain-main dengan Aisyah. Dibiarkannya Aisyah bemain memuaskan hatinya. Hubungan harmonis Rasulullah dengan Aisyah pun terlihat dari sikap masing-masing terhadap pasangannya.
Aisyah pernah menyaksikan orang-orang Habsyah yang sedang bermain pedang di mesjid sebagai bentuk latihan menghadapi peperangan. Sambil menonton Aisyah bersandar di pundak beliau. Selama itu beliau tidak beranjak sampai Aisyah sendiri yang menginginkan pergi. Demikian juga Rasulullah kerap menyandarkan kepala di pangkuan Aisyah sambil membaca Al Quran.
Rasulullah bahkan pernah berlomba lari dengan Aisyah. “Rasulullah berlomba denganku hingga aku dapat mendahuluinya, sampai ketika saya menjadi gemuk beliau berlomba dengan aku dan beliau mendahului aku. Lalu beliau tertawa dan berkata, “Kali ini untuk menebus yang dulu” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Untuk menciptakan suasana harmonis Rasulullah gemar bercanda dengan istrinya. Meskipun beliau banyak mengalami kesedihan, beliau suka bergurau. Beliau menyertai istrinya dalam tertawa. Pada suatu kali, saat membuat roti, dua orang istri Nabi yaitu Aisyah dan Saudah bercanda saling melumurkan adonan tepung ke wajah, dan Rasul turut serta bergembira bersamanya (HR. Bukhari).
Rasulullah pun menganjurkan bergurau pada sahabatnya. Rasulullah pernah berkata kepada Hanzhalah ketika. Hanzhalah merasa sedih melihat perubahan sikapnya (keadaannya) sendiri yang berbeda ketika berada di rumah dan ketika bersama Rasulullah saw, sehingga ia menganggap dirinya munafik.
Maka Rasulullah bersabda, “Wahai Hanzhalah kalau kamu terus menerus dalam keadaan seperti ketika kamu bersamaku, niscaya kamu akan disalami oleh malaikat di jalan-jalanmu. Akan tetapi, wahai Hanzhalah, berguraulah sekedarnya.”
Canda dan gurauan memang diperlukan dalam menjalin komunikasi yang akrab khususnya antara suami dan istri. Suasana tegang dan hubungan yang kaku dan hambar dapat dicairkan dengan gurau dan canda.
Menurut beberapa penelitian humor atau canda dapat menghindari stress dan timbulnya serangan jantung. Senyum dan tawa akan mengedurkan tegangnya urat syaraf. Persoalan rumah tangga yang kadang pelik dan rumit harus dihadapi dengan rileks. Pernikahan bukan sekadar kontrak sosial dimana suami istri terikat dengan peraturan dan hubungan kaku. Sebaiknya dibangun suatu relasi dan situasi yang yang nyaman dan menyenangkan di mana setiap pasangan dapat menikmati hari-harinya.
Dalam saling menasihati antara suami istri, canda dan humor juga sangat dibutuhkan. Menurut Abdullah Nashih Ulwan nasihat yang disertai humor dapat menggerakkan rasio, menghilangkan jemu dan menimbulkan daya tarik. Nasihat yang menggurui dan kritik yang tajam akan sangat berlainan dampaknya dibanding dengan nasihat dan kritik yang disampaikan dengan canda. Canda akan mengurangi resiko munculnya perasaan tersinggung. Canda memang dapat menciptakan suasana komunikasi yang kondusif dalam rumah tangga sehingga ikatan pernikahan senantiasa harmonis. Namun perlu diingat bahwa canda harus betul-betul diniatkan untuk menyenangkan perasaan pasangan, bukan untuk menyinggung perasaannya. Insisiatif meyenangkan hati pasangan ini jangan hanya muncul dari salah satu fihak, melainkan harus dari keduanya.
Istri maupun suami pun harus menghargai upaya pasangannya dalam menyenangkan hatinya sehingga ia akan merasa terpacu dan terpanggil untuk selalu menyenangkan hati pasangannya.
“Sesungguhnya hati itu bisa bosan sebagaimana badan pun bisa bosan (letih), karena itu carikanlah untuknya hiburan yang mengandung hikmah.” (Ali karamallahhu wajhah).
Wallahu a’lam.
————
sumber : Ida S Widayanti / Hidayatullah

November 5, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

UMAR BIN KHATTAB, TELADAN SUAMI YANG SABAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahiladzi arsala rasuulahu bil hudaa wadiinil haq.Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadar-rasuulullaah. Allahumma sholli ‘alaa muhammad.
Adakah istri yang tidak cerewet ? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.
Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.
Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel ? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun ?
Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP5. Apakah BP5 tersebut ?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal : syahwat !!.
Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan : dunia dan akhirat.
Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liukan yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.
Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang lembut dan baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.
Sanggupkah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini ?. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.
Mudah-mudahan puasa kita kali ini dapat membentuk pribadi sebagaimana yang telah dimiliki Umar bin Khatab. Semoga kita bisa meneladaninya.

October 24, 2008 Posted by | Uncategorized | 4 Comments

BERENANGLAH DI SUNGAI RAMADHAN

Selamat Datang Bulan Ramadhan. Bulan Taubat dan Keridhaan. Bulan Perbaikan dan Iman. Bulan Shadaqah dan Ihsan.Bulan Pengampunan dari Ar Rahman. Bulan Berhiasnya janaan (Surga). Bulan dibelenggunya syaitan. Didalamnya berhembus Ruh, karena dialah bulan Kemenangan. Selamat wahai yang berpuasa di dalamnya. Meninggalkan makan dan minum. Bergembiralah orang yang menghidupkan malamnya. Dan mengikuti imam shalatnya.

Hati berpuasa di bulan Ramadhan, bahkan dari lintasan kemaksiatan dan rencana permusuhan dan pembangkangan. Mata berpuasa dari melihat yang haram. Mata yang tunduk takut dari Penguasa Alam. Maka, bola matanya tak jatuh pada dosa. Telinga berpuasa dari pengkhianatan. Dari mendengarkan lagu. Diam mendengarkan Dzikir akan kekuasaan Al Hakiim dan perkataan Al Kariim (Al Qur’an). Lisan yang berpuasa dari kata kata kotor. Dari kalimat yang keji. Dari Ungkapan jorok. Demi menjalankan syariat. Tangan berpuasa dari menyakiti sesama. Menghilangkan kerusakan. Mengusir kedzaliman dan pembangkangan. Melenyapkan perusak bangsa. Kaki berpuasa dari perjalanan menuju yang haram. Maka, tak ada jalanan baginya yang mengarah pada dosa. Tidak akan dia melangkahkan kakinya ke sana,

Tidakkah datang waktunya untuk para pelaku maksiat untuk berenang-renang di sungai Ramadhan? Belumkah tiba saatnya bagi mereka untuk membersihkan jasad dari dosa. Mencuci hati dari keharaman yang menempel dalam hati. Tidakkah tiba waktunya bagi orang yang selama ini menolak kebenaran untuk masuk ke pintu orang-orang puasa? Menghadap kepada Rabb alam semesta. Untuk mendapat keridhaan pada kedudukan yang terpercaya.

Sungguh Ramadhan adalah kesempatam usia yang mahal. Musim dagangan yang tinggi keuntungannya. Hari diagungkannya berbagai kebaikan. Waktu dihapuskannya segala keburukan. Saat dihilangkannya berbagai kesalahan. Mari lepaskan pakaian kemaksiatan di bulan Ramadhan. Maka Allah akan mengenakan pakaian hamba-Nya dengan pakaian keridhaan. Allah akan memberi kebaikan untuknya dengan taubat yang bisa menghapus dosa yang telah lalu.

Di bulan Ramadhan terdapat bermacam kemenangan untuk kita, perang besar kita, dan keunggulan kita. Di bulan Ramadhan turun kepada Rasul kita yang mulia. Itulah rahasia kemuliaan kita yang sangat agung. Di bulan Ramadhan bertemu dua pasukan. Pasukan dari Yang Maha Rahman dan pasukan dari syaithan. Dalam peperangan Badar Kubra, saat keimanan diberatkan timbangannya oleh Allah swt, dan dikalahkannya pembangkangan terhadap kebenaran dengan kerugian yang tiada tara.

Di bulan Ramadhan ditaklukkanlah Makkah dengan Islam. Di hancurkannya berhala, ditinggikannya panji-panji tauhid dan dihormatinya bendera halal dan haram.

Di Ramadhan saat terjadinya perang Hithin yang begitu hebat. Dibulan ini terjadi hari kemenangan Shalahuddin yang gemilang. Saat kalimat tauhid berkibar-kibar dan bendera salib menjadi yatim.

Puasa jiwa di bulan Ramadhan adalah pagar dari penyimpangan, keberpalingan dan keberlebihan. Jiwa ini ingin kembali. Hati ini juga ingin merasakan kekhusyu’annya. Tubuh sudah menghendaki untuk tunduk. Dan mata sangat senang dengan mengeluarkan air mata.

Bagi bulan Ramadhan ada kehormatan yang tanpa celaan. Tidak ada ghibah (membicarakan keburukan orang lain). Tidak ada namimah (mengadu domba). Tidak ada caci maki. Tidak ada kata-kata kotor. Tidak ada kata-kata keji. Yang ada hanyalah dzikir dan istighfar. Andai seseorang mencacimu di bulan ini, katakanlah,” Aku sedang puasa) aku tak punya waktu untuk berkelahi. Aku tak punya kesempatan untuk mengeluarkan kata-kata kotor. Karena jiwa telah diikat dari kesalahan dan telah dibelenggu dari kemaksiatan dengan tali yang kuat. Jika engkau ingin dibunuh di bulan Ramadhan, katakanlah “Aku sedang puasa”, maka aku tak membawa senjata. Karena aku sedang berada dimusim perbaikan, di medan kemenangan dan dimihrab yang mengajak pada kemenangan.

Dahulu orang-orang shalih, jika memasuki Ramadhan, mempebanyak bacaan Al Qur’an, mempersering dzikir di setiap waktu. Maka kenakan pakaian taubat dengan istighfar. Karena selama ini mereka tahu, tangan kemaksiatan telah mencabik-cabik pakaian dirinya. Maka bulan ini adalah bulan pertolongan untuk hati yang telah ditarik oleh dosa.

Ramadhan mengingatkanmu dengan orang-orang lapar. Memberitahukanmu bahwa disana ada orang-orang yang begitu menderita. Bahwa didunia ini banyak orang miskin. Agar engkau menjadi orang yang selalu membantu saudara-saudaramu sesama muslim. Bergembiralah saat berbuka. Karena telah ada hidangan pengampunan setelah engkau dengan baik menjalani puasadi siang harinya. Berbahagialah saat bertemu Tuhanmu. Jika Dia telah mengampuni dosamu dan meridhai hatimu.

Sebagaian salafushalih sering berada di masjid di bulan Ramdhan, membaca Al Qur’an dan beribadah, bertasbih dan bertahajjud. Sebagaian mereka banyak bersedekah dibulan Ramadhan tiga kali lipat. Karena mereka tahu kebaikan sedekah akan mengusir dan menghapus keburuka. Sebagaian mereka menahan lisannya dari semua kemungkaran. Membiasakannya selalu berada dalam dzikir dan menyibukkan dengan kesyukuran.

Salam untuk mereka yang berpuasa, disaat duduk di waktu sahur. Mengulang-ngulang istighfar, mengeluarkan air mata penyesalan, Salam untuk mereka saat terbitnya fajar dan tetap tamak terhadap ganjaran Allah swt. Engkau lihat mereka begitu khusyu’ dalam shalat mereka dan begitu tunduk kepada Allah swt.

Salam untuk mereka saat datangnya waktu berbuka. Mereka duduk dihadapan hidangan Tuhan Yang Maha Pengampun. Memohon pahala atas apa yang meraka lakukan sepanjang siang

Di kutip dari buku “Berteduh Ditaman Hati” karya Dr. Aidh Al Qar ni

August 17, 2008 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

Mengembalikan Kekuatan Iman

Persoalan keimanan yang sedang menurun seringkali menjadi tema keluhan banyak orang; merasakan bahwa dirinya kehilangan keikhlasan dalam melakukan ketaatan dan sebagainya. Menyadari iman kita yang sedang menurun, sesungguhnya sudah merupakan satu kemajuan. Sebab itu artinya kita punya kemauan untuk memperbaiki diri.Dan Alloh SWT sangat gembira dengan orang yang datang kepadaNya. Dia tidak pernah menutup pintu rahmatNya kecuali orang yang menutup dirinya sendiri.Bahkan Alloh akan melipat gandakan kekuatan dan usaha yang diri kepadaNya.

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan, bahwa Alloh berfirman, “Aku seperti prasangka hambaKu terhadapKu, dan Aku menyertainya tatkala ia mengingatKu. Jika ia menyebutKu dalam dirinya maka akan Aku sebut dia dalam diriKu. Jika ia menyebutKu ditengah orang banyak, Aku pun akan menyebutNya dengan sekumpulan orang yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekatiKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya Sehasta. Jika ia mendekatiKu Sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia mendatangi sambil berjalan maka Aku mendatanginya sambil berlari.” (HR. Bukhari)

Bagaimana kita mendekatkan diri kepada Alloh agar keimanan kembali meningkat? DR. Fathi Yakan menyebutkan beberapa hal yang sangat sederhana untuk menjaga dan mengembalikan kekuatan iman kita, dengan menguraikan faedah-faedahnya.Diantaranya:

· Melakukan 12 rakaat shalat sunnah, yaitu 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zhuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat setelah maghrib,dan 2 rakaat setelah isya. Faidahnya, Alloh akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi orang yang senantiasa melakukannya. Seperti sabda Rasulullah, ”Siapa yang shalat setiap hari 12 rakaat, maka Alloh akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga” (HR.Muslim)

· Melakukan shalat 2 rakaat diwaktu malam. Faidahnya, do’a dikabulkan, dosa diampuni, dan kebutuhannya dipenuhi. Rasulullah bersabda, “Rabb kami tabaraka wataala setiap malam turun kelangit dunia disepertiga malam yang terakhir.Dia berfirman,”Siapa yang berdo’a maka akan Aku kabulkan,siapa yang meminta akan Aku beri, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu akan Aku ampuni.” (HR.Bukhari)

· Melakukan shalat Dhuha 2,4, atau 8 rakaat. Faidahnya, setara dengan sedekah yang harus kita penuhi untuk setiap persendian kita dalam setiap hari. Rasulullah bersabda, “Disetiap pagi setiap persendian seorang diantara kalian membutuhkan sedekah. Maka setiap tasbih,tahmid,tahlil,takbir, menyeru kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah.Dan itu dapat disetarai dengan 2 rakaat yang dilakukan diwaktu dhuha.” (HR. Muslim)

· Membaca surat Al Mulk. Manfaatnya, menyelamatkan dari azab kubur. Rasulullah bersabda,” Sesungguhnya ada sebuah surat didalam Al-qur’an yang terdiri 30 ayat, akan memberi syafaat kepada seorang laki-laki (yang membacanya) hingga dia diampuni.” (Hadits Hasan, riwayat Tirmidzi dan Ahmad)

· Membaca “Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa hua alaa kulli syain qadiir” 100 x setiap hari, manfaatnya, setara dengan membebaskan 10 orang budak, dicatat sebagai 100 kebaikan, menghapus 100 dosa (kecil), dan sebagai benteng dari syetan. (HR. Muslim)

· Membaca shalawat atas Nabi SAW. Manfaatnya, dijauhkan dari sifat kikir. Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang bershalawat atasku satu shalawat maka Alloh akan bershalawat untuknya sepuluh kali dengannya.” (HR.Muslim)

· Selalu beristighfar karena istighfar dapat menghilangkan kesulitan dan meluaskan rezeki. Rasulullah saw bersabda, “ Siapa yang selalu beristighfar maka Alloh akan memberi jalan dari setiap kesulitan dan kegundahannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tdak disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Al Hakim)

Sebagai nasihat terakhir, selalu merefleksi diri tentang hal-hal yang akan ditanyakan kepada diri anda di hari kemudian nanti. Ketika kita selalu merasa kekurangan, ketika itu pula kita akan selalu punya semangat untuk menambah dan menambah amal-amal kita yang sangat kurang. Wallahu a’lam bish shawab.

June 2, 2008 Posted by | Pembangun Jiwa, Uncategorized | 1 Comment

Pahala Pencari Ilmu Yang Meninggal Dunia

Ibnu Abbas ra menuturkan, Muhammad Rasulullah SAW, besabda : ” Barangsiapa yang kedatangan maut saat menuntut ilmu, maka ia akan bertemu dengan Allah. Dan Tiadalah batas antara dia dengan nabi, melainkan hanya derajat kenabian.” (HR. Thabrani)

May 23, 2008 Posted by | Uncategorized | 2 Comments

Al Qur’an dan Organ Tubuh Manusia

Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,

dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat ( Al A’raaf : 204 )

Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu Ta’ala berkata : “Pada suatu ketika aku pernah jatuh sakit, tetapi aku tidak menemukan seorang dokter atau obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan surat al-Fatihah, maka aku melihat pengaruh yang sangat menakjubkan. Aku ambil segelas air zam-zam dan membacakan padanya surat al-Fatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku mendapatkan kesembuhan total. Selanjutnya aku bersandar dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar. Kemudian aku beritahukan kepada banyak orang yang mengeluhkan suatu penyakit dan banyak dari mereka yang sembuh dengan cepat”. Zaadul Ma’aad (IV/178) dan al-Jawabul Kaafi (hal. 21).

Ada menyeruak perhatian yang begitu besar terhadap kekuatan membaca Al-Qur’an, dan yang terlansir di dalam Al-Qur’an, dan pengajaran Rasulullah. Dan sampai beberapa waktu yang belum lama ini, belum diketahui bagaimana mengetahui dampak Al-Qur’an tersebut kepada manusia. Dan apakah dampak ini berupa dampak biologis ataukah dampak kejiwaan, atakah malah keduanya, biologis dan kejiwaan.

Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami memulai sebuah penelitian tentang Al-Qur’an dalam pengulangan-pengulangan “Akbar” di kota Panama wilayah Florida. Dan tujuan pertama penelitian ini adalah menemukan dampak yang terjadi pada organ tubuh manusia dan melakukan pengukuran jika memungkinkan.

Penelitian ini menggunakan seperangkat peralatan elektronik dengan ditambah komputer untuk mengukur gejala-gejala perubahan fisiologis pada responden selama mereka mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap sejumlah kelompok manusia:
1. Muslimin yang bisa berbahasa Arab.
2. Muslimin yang tidak bisa berbahasa Arab
3. Non-Islam yang tidak bisa berbahasa Arab.

Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan kemudian dibacakan terjemahnya dalam bahasa Inggris.

Dan pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa ditunjukkan tentang Al-Qur’an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan perubahan dampak tersebut. Dan dampak ini terlihat pada perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara sprontanitas. Dan penjelasan hasil penelitian ini aku presentasikan pada sebuah muktamar tahunan ke-17 di Univ. Kedokteran Islam di Amerika bagian utara yang diadakan di kota Sant Louis Wilayah Mizore, Agustus 1984.

Dan benar-benar terlihat pada penelitian permulaan bahwa dampak Al-Qur’an yang kentara pada penurunan tekanan syaraf mungkin bisa dikorelasikan kepada para pekerja: Pekerja pertama adalah suara beberapa ayat Al-Qur’an dalam Bahasa Arab. Hal ini bila pendengarnya adalah orang yang bisa memahami Bahasa Arab atau tidak memahaminya, dan juga kepada siapapun (random). Adapun pekerja kedua adalah makna sepenggal Ayat Al-Qur’an yang sudah dibacakan sebelumnya, sampai walaupun penggalan singkat makna ayat tersebut tanpa sebelumnya mendengarkan bacaan Al-Qur’an dalam Bahasa Arabnya.

Adapun Tahapan kedua adalah penelitian kami pada pengulangan kata “Akbar” untuk membandingkan apakah terdapat dampak Al-Qur’an terhadap perubahan-perubahan fisiologis akibat bacaan Al-Qur’an, dan bukan karena hal-hal lain selain Al-Qur’an semisal suara atau lirik bacaan Al-Qur’an atau karena pengetahun responden bahwasannya yang diperdengarkan kepadanya adalah bagian dari kitab suci atau pun yang lainnya.

Dan tujuan penelitian komparasional ini adalah untuk membuktikan asumsi yang menyatakan bahwa “Kata-kata dalam Al-Qur’an itu sendiri memiliki pengaruh fisiologis hanya bila didengar oleh orang yang memahami Al-Qur’an . Dan penelitian ini semakin menambah jelas dan rincinya hasil penelitian tersebut

Peralatan

Peralatan yang digunakan adalah perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston. Perangkat ini mengevaluasi respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal: (i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer, dan (ii) Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Perangkat ini sangat lengkap dan menambah semakin menguatkan hasil validitas hasil evaluasi. Subsekuen:

1. Program komputer yang mengandung pengaturan pernafasan dan monitoring perubahan fisiologis dan printer.

2. Komputer Apple 2, yaitu dengan dua floppy disk, layar monitor dan printer.

3. Perangkat monitoring elektronik yang terdiri atas 4 chanel: 2 canel untuk mengevaluasi elektrisitas listrik dalam otot yang diterjemahkan ke dalam respon-respon gerak syaraf otot; satu chanel untuk memonitor arus balik listrik yang ke kulit; dan satu chanel untuk memonitor besarnya peredaran darah dalam kulit dan banyaknya detak jantung dan suhu badan.

Berdasarkan elektrisitas listrik dalam otot-otot, maka ia semakin bertambah yang menyebabkan bertambahnya cengkeraman otot. Dan untuk memonitor perubahan-perubahan ini menggunakan kabel listrik yang dipasang di salah satu ujung jari tangan.

Adapun monitoring volume darah yang mengalir pada kulit sekaligus memonitor suhu badan, maka hal itu ditunjukkan dengan melebar atau mengecilnya pori-pori kulit. Untuk hal ini, menggunakan kabel listrik yang menyambung di sekitar salah satu jari tangan. Dan tanda perubahan-perubahan volume darah yang mengalir pada kulit terlihat jelas pada layar monitoryang menunjukkan adanya penambahan cepat pada jantung. Dan bersamaan dengan pertambahan ketegangan, pori-pori mengecil, maka mengecil pulalah darah yag mengalir pada kulit, dan suhu badan, dan detak jantung.

Metode dan Keadaan yang digunakan: Percobaan dilakukan selama 210 kali kepada 5 responden: 3 laki-laki dan 2 perempuan yang berusia antara 40 tahun dan 17 tahun, dan usia pertengahan 22 tahun.

Dan setiap responden tersebut adalah non-muslim dan tidak memahami bahasa Arab. Dan percobaan ini sudah dilakukan selama 42 kesempatan, dimana setiap kesempatannya selama 5 kali, sehingga jumlah keseluruhannya 210 percobaan. Dan dibacakan kepada responden kalimat Al-Qur’an dalam bahasa Arab selama 85 kali, dan 85 kali juga berupa kalimat berbahasa Arab bukan Al-Qur’an. Dan sungguh adanya kejutan/shock pada bacaan-bacaan ini: Bacaan berbahasa Arab (bukan Al-Qur’an) disejajarkan dengan bacaan Al-Qur’an dalam lirik membacanya, melafadzkannya di depan telingga, dan responden tidak mendengar satu ayat Al-Qur’an selama 40 uji-coba. Dan selama diam tersebut, responden ditempatkan dengan posisi duduk santai dan terpejam. Dan posisi seperti ini pulalah yang diterapkan terhadap 170 uji-coba bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an.

Dan ujicoba menggunakan bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an seperti obat yang tidak manjur dalam bentuk mirip seperti Al-Qur’an, padahal mereka tidak bisa membedakan mana yang bacaan Al-Qur’an dan mana yang bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an. Dan tujuannya adalah utuk mengetahui apakah bacaan Al-Qur’an bisa berdampak fisiologis kepada orang yang tidak bisa memahami maknanya. Apabila dampak ini ada (terlihat), maka berarti benar terbukti dan dampak tidak ada pada bacaan berbahasa Arab yang dibaca murottal (seperti bacaan Imam Shalat) pada telinga responden.

Adapun percobaan yang belum diperdengarkan satu ayat Al-Qur’an kepada responden, maka tujuannya adalah untuk mengetahui dampak fisiologis sebagai akibat dari letak/posisi tubuh yang rileks (dengan duduk santai dan mata terpejam).

Dan sungguh telah kelihatan dengan sangat jelas sejak percobaan pertama bahwasannya posisi duduk dan diam serta tidak mendegarkan satu ayat pun, maka ia tidak mengalami perubahan ketegangan apapun. Oleh karena itu, percobaan diringkas pada tahapan terakhir pada penelitian perbandingan terhadap pengaruh bacaan Al-Qur’an dan bacaan bahasa Arab yang dibaca murottal seperti Al-Qur’an terhadap tubuh.

Dan metode pengujiannya adalah dengan melakukan selang-seling bacaan: dibacakan satu bacaan Al-Qur’an, kemudian bacaan bahasa Arab, kemudian Al-Qur’an dan seterusnya atau sebaliknya secara terus menerus.

Dan para responden tahu bahwa bacaan yang didengarnya adalah dua macam: Al-Qur’an dan bukan Al-Qur’an, akan tetapi mereka tidak mampu membedakan antara keduanya, mana yang Al-Qur’an dan mana yang bukan.

Adapun metode monitoring pada setiap percobaan penelitian ini, maka hanya mencukupkan dengan satu chanel yaitu chanel monitoring elektrisitas listrik pada otot-otot, yaitu dengan perangkat Midax sebagaimana kami sebutkan di atas. Alat ini membantu menyampaikan listrik yang ada di dahi.

Dan petunjuk yang sudah dimonitor dan di catat selama percobaan ini mengadung energi listrik skala pertengahan pada otot dibandingkan dengan kadar fluktuasi listrik pada waktu selama percobaan. Dan sepanjang otot untuk mengetahui dan membandingkan persentase energi listrik pada akhir setiap percobaan jika dibandingkan keadaan pada awal percobaan. Dan semua monitoring sudah dideteksi dan dicatat di dalam komputer. Dan sebab kami mengutamakan metode ini untuk memonitor adalah karena perangkat ini bisa meng-output angka-angka secara rinci yang cocok untuk studi banding, evaluasi dan akuntabel..

Pada satu ayat percobaan, dan satu kelompok percobaan perbandingan lainnya mengandung makna adanya hasil yang positif untuk satu jenis cara yang paling kecil sampai sekecil-kecilnya energi listrik bagi otot. Sebab hal ini merupakan indikator bagusnya kadar fluktuasi ketegangan syaraf, dibandingkan dengan berbagai jenis cara yang digunakan responden tersebut ketika duduk. Hasil Penelitian

Ada hasil positif 65% percobaan bacaan Al-Qur’an. Dan hal ini menunjukkan bahwa energi listrik yang ada pada otot lebih banyak turun pada percobaan ini. Hal ini ditunjukkan dengan dampak ketegangan syaraf yang terbaca pada monitor, dimana ada dampak hanya 33 % pada responden yang diberi bacaan selain Al-Qur’an.

Pada sejumlah responden, mungkin akan terjadi hasil yang terulang sama, seperti hasil pengujian terhadap mendengar bacaan Al-Qur’an. Oleh karena itu, dilakukan ujicoba dengan diacak dalam memperdengarkannya (antara Al-Qur’an dan bacaan Arab) sehingga diperoleh data atau kesimpulan yang valid.

Pembahasan Hasil Penelitian dan Kesimpulan Sungguh sudah terlihat jelas hasil-hasil awal penelitian tentang dampak Al-Qur’an pada penelitian terdahulu bahwasanya Al-Qur`an memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap syaraf. dan mungkin bisa dicatat pengaruh ini sebagai satu hal yang terpisah, sebagaimana pengaruh inipun terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh. dan perubah-perubahan yang terjadi pada kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, voleme darah yang mengalir pada kulit, dan suhu badan.

Dan semua perubahan ini menunjukan bahwasanya ada perubahan pada organ-organ syaraf otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya. Jadi, ditemukan sejumlah kemungkinan yang tak berujung ( tidak diketahui sebab dan musababnya) terhadap perubahan fisiologis yang mungkin disebabkan oleh bacaan Al-Qur`an yang didengarkannya.

Oleh karena itu sudah diketahui oleh umum bahwasanya ketegangan-ketegangan saraf akan berpengaruh kepada dis-fungsi organ tubuh yang dimungkinkan terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya ketika merespon gerakan antara saraf otak dan otot. Oleh karena itu pada keadaan ini pengaruh Al-Qur`an terhadap ketegangan saraf akan menyebabkan seluruh badannya akan segar kembali, dimana dengan bagusnya stamina tubuh ini akan menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya. Dan hal ini sesuai dengan keadaan penyakit tumor otak atau kanker otak.

Juga,

hasil uji coba penelitian ini menunjukan bahwa kalimat-kalimat Al-Qur`an itu sendiri memeliki pengaruh fisiologis terhadap ketegangan organ tubuh secara langsung, apalagi apabila disertai dengan mengetahui maknanya.

Sumber : harun yahya

April 22, 2008 Posted by | Uncategorized | 2 Comments