Lets Learn With Heart

Knowledge is Useful 4 Our Happiness

TEGURAN BATIN

rumah21.jpg

Pagi itu, Ayah menyuruhku membawa mobil ke bengkel utk cek up rutin. Kemudian menjemputnya di kantor jika mobil sudah selesai. Dalam perjalanan ke bengkel, temenku Heni menelpon mengajak nonton film. Kebetulan film tsb dibintangi oleh idolaku. Diantara kebimbangan jadilah kuputuskan nonton dulu baru ke bengkel.

Apa mau dikata, sehabis nonton kami bertemu temen2 yg lain lalu asyik ngobrol di cafe. Hari sudah sore waktu aku mulai sadar bahwa bengkel pasti sudah tutup. Sepanjang jalan aku sibuk menyusun argumen berbagai alasan yg nanti akan kukatakan pada ayah.

Setibanya di kantor ayah, dgn bimbang aku segera melangkah ke ruangannya. “Bagaimana mobilnya San, sdh Ok.. ?”. Sambil menghindari tatapan ayah, aku menjawab. “Ayah, kata orang bengkel, besok harus dibawa lagi karena msh ada yg belum beres. Sebenarnya sih td harus ditinggal tapi aku maksa bawa pulang krn harus jemput ayah”. Sambil melirik pelan2 aku menatap ayah.

“Hmm…. mungkin ada yang salah pada Ayah dalam mendidikmu selama ini. Karena ternyata kamu tidak mau berkata yang sebenarnya…” . “Mak…maksud ayah apa……..” Dengan panik aku jadi salah tingkah.

“Baiklah, karena ayah merasa salah dalam mendidikmu maka ayah akan pulang berjalan kaki sambil merenungi kesalahan apa yang telah ayah perbuat !”

Ayah segera melangkahkan kakinya keluar kantor. “Ayah…… ayah…. jangan begitu”. Aku makin gelisah. Namun ayah hanya tersenyum. Hari sudah mulai gelap ketika aku mengikuti ayah dari belakang dengan mobil. Kulihat ayah berjalan sambil tertunduk. Hatiku makin galau. Jarak 35 km harus ditempuh ayahku yang sudah berumur 52 tahun itu, membuat air mataku mulai mengaburkan pandanganku. 1 jam 45 menit sudah ayahku berjalan. Batinku berperang dan ada sesuatu di dalam yg terasa menyesakkan dadaku. Segera kuhentikan mobil dan berlari mengejar ayah. Kupeluk ayah dari belakang, “Ayah…. Maafkan Santi. Tadi Santi memang tidak ke bengkel api pergi nonton bersama Heni lalu …” Aku tak sempat menyelesaikan kalimatku karena tangan Ayah menutup mulutku. “Ayah sudah tahu ….” Sambil tersenyum Ayah mengelus kepalaku.

Aku yang bingung segera dibimbingnya menuju mobil. “Sebenarnya tadi siang ayah menelpon ke bengkel, tapi mereka mengatakan mobil belum datang sejak pagi. Nah, ayah hanya ingin kamu mengatakan yang sebenarnya tanpa perlu menceritakan detailnya”

Hingga aku sudah berkeluarga kini, peristiwa itu terus membekas pada diriku. Karena aku tidak pernah lagi membohongi orangtuaku sejak itu. Tak pernah lagi……. Aku bersumpah tidak ingin melihat ayahku menghukum dirinya lagi karena perbuatanku. “Teguran Batin” begitulah aku menyebutnya.

Ternyata cara tsb lebih dalam bekasnya daripada teguran fisik. Aku membayangkan, jika saja saat itu Ayahku memarahiku dan mendesak darimana saja aku seharian, mungkin hingga kini aku sudah melakukan sekian puluh kebohongan. Demikian pula dengan anakku.

 

Advertisements

March 9, 2008 Posted by | Oase | Leave a comment

Tukang Obat

taman-bekapai-balikpapan.jpg

Pada suatu hari ada seorang penjual obat di trotoar yang memasang iklan bahwa obat yang dijualnya bisa menyembuhkan 1000 macam penyakit.

Setelah melihat iklan yang dipasangnya, seorang ibu datang dan bertanya kepada penjual obat tersebut, “Apakah benar obat ini bisa menyembuhkan 1000 macam penyakit ??”. Maka sang penjual obat itu pun meyakinkan ibu tersebut dengan berkata, “Oh tentu saja bu, obat ini manjur dan akan menyembuhkan penyakit ibu dengan instant”. Maka ibu tersebut membeli obat tersebut.

Setelah beberapa hari, ibu tersebut kembali pada penjual obat tersebut.Bang, katanya obatmu bisa menyembuhkan 1000 macam penyakit, saya sudah meminum obatnya, kok penyakit saya belom sembuh ??”, tanya ibu tersebut. Lalu penjual obat itu dengan santainya berkata,Oh mungkin penyakit ibu itu penyakit yg ke-1001 “.

March 9, 2008 Posted by | Rehat | Leave a comment

TAKUT KEPADA ALLOH SWT

 accretion16001.jpg

Dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 23 :

   “ Alloh telah menurunkan perkataan yang paling baik yakni  Al-Qur’an yang serupa mutu  ayat-ayatNya lagi berulang-ulang”

Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Alloh

Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mereka mengingat Alloh

Itulah petunjuk Alloh dengan kitab itu Ia menunjuki siapa yang dikehendaki Nya.

 

Dan barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh Alloh

Maka tidak ada seorang memberi petunjuk baginya

Pernahkah kita mengalami keadaan seperti ini

Merenungkan ayat Alloh sehingga hati bahkan kulit kita bergetar karenanya

Kemudian baru tenang ketika mengingat rahmatNya, KasihsayangNya,

NikmatNya dan Janji PertolonganNya

 

Mesti ada saat-saat seperti ini dalam kehidupan setiap mu’min

Diayat lain Alloh menyatakan : “maka kecelakaan besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Alloh mereka didalam  kesesatan yang nyata”.

 

Saudaraku itulah  kesibukan kita ,

Sempatkan untuk menelaah dan membaca Kitab Alloh sebab itu sumber ketenangan kita

Sebab itu sumber energi besar kita

Untuk menyelesaikan  persoalan-persoalan dunia yang sebenarnya  enteng, kecil dengan pertolongan Alloh.

 

 

Walhamdulillahi rabbil’alamin

 

March 9, 2008 Posted by | Renungan | Leave a comment

ILMU dan HARTA

 singularity16001.jpg

ILMU dan HARTA dua-duanya kita perlukan

Tetapi ada nilai lebih dari ILMU disbanding HARTA

Bahkan ILMU bisa mengundang HARTA yang barokah

Ketika sahabat Ali Karomallohu Wajhah pernah ditanya oleh orang tentang

Keutamaan ILMU dan HARTA maka diantaranya beliau mengatakan :

            “ ILMU itu menjaga sedangkan HARTA harus dijaga

               ILMU kalau diberikan bahkan akan bertambah

               Sedang HARTA kalau diberikan justru berkurang”.

 

Al-Qur’an pun mengajari kita untuk berdo’a ditambahkan ILMU

Dimana disebutkan dalam Surat Thoha ayat 114 :

“ Dan Katakanlah,“Ya Alloh Tambahkan Kepadaku ILMU PENGETAHUAN”

Artinya ketika orang sudah memiliki satu ILMU tidak boleh dia berpuas diri

Dengan ILMU yang telah dia miliki tapi mintalah agar ditambahkan ILMU

Disamping ILMU yang telah ada

 

Memintalah agar diberi kemampuan mengambil manfaat  dari setiap ILMU yang didapat

Dan terus mencari ILMU yang bermanfaat buat kita

Jangan berhenti menuntut ILMU Sebab ketika kita berhenti menuntut ILMU

Jangan-jangan ada kesombongan  yang terselubung dalam diri kita

Bahwa ILMU kita sudah cukup

Dan Maka ketika mengatakan ILMU kita sudah cukup

Maka kita jatuh pada tingkat KEBODOHAN yang terendah.

 

 

Wallohu’allam Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin

March 9, 2008 Posted by | Renungan | Leave a comment