Istighfar
Astaghfirullah Robbal Barooyaa
Astaghfirullah Minal Khotooyaa
Robbi Zidhnii ‘ilman naafi’aa
Wa waafiqlii ‘amalan magbuullaan
Wa waahablii rizqon waasi’aa
Watub ‘alaiya taubatan nasuuhaa
Watub ‘alaiya taubatan nasuuhaa
Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona jangan terpedaya
Akherat nanti tempat pulang kita
Akherat nanti hidup sebenarnya
Barang siapa Alloh tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya
Niscaya kan letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa
Alloh melihat Alloh mendengar
segala sikap dan kata kita
Tiada yang luput satupun jua
Alloh takkan lupa selama-lamanya
Alloh takkan lupa selama-lamanya
Wahai Sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah siksa yang menghancurkan
Azab jahanam sepanjang Zaman
Azab jahanam sepanjang zaman
Ingatlah maut pasti kan menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tak dapat ditolak tak dapat dicegah
Bila waktu hidup berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah
Tubuhpun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggallah ratap dan penyesalan
Menanti peradilan yang menentukan
Menanti peradilan yang menentukan
Astaghfirullah Robbal Barooyaa
Astaghfirullah Minal Khotooyaa
KH. Abdullah Gymnastiar
Pandangan Hati
Pandangan Mata Selalu Menipu
Pandangan Aqal Selalu Tersalah
Pandangan Nafsu Selalu meluluh
Pandangan Hati Itu Yang Hakiki
Kalau Hati Itu Bersih
Hati Kalau Selalu Bersih
Pandangannya Akan Menembus Hijab
Hati Jika Sudah Bersih
Firasatnya Tepat Kehendak Alloh
Tapi Hati Bila Dikotori
Bisikannya Bukan Lagi Kebenaran
Hati Tempatnya Jatuhnya Pandangan Alloh
Jasad Lahir Tumpuan Manusia
Utamakanlah Pandangan Alloh
Daripada Pandangan Manusia
By Hijazz
Damba Cinta-Mu
Tuhanku, ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku, maafkanlah kejahilan hamba-Mu
Kusering melanggar larangan-Mu
Dalam sadar ataupun tidak
Kusering meninggalkan suruhan-Mu
Walau sadar aku milik-Mu
Tuhanku, ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku, maafkanlah kejahilan hamba-Mu
Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah yang benar
Pagi kuingat petang kulupa
Begitulah silih berganti
Oh Tuhanku Kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba cinta-Mu
Aku lemah aku jahil tanpa pimpinan dari-Mu
Kau pengasih Kau Penyayang Kau Pengampun
Kepada hamba-hamba-Mu
Selangkahku kepada-Mu seribu langkah Kau kepadaku
Kusering berjanji dihadapan-Mu
Ku sering juga memungkiri
Ku pernah menangis karena-Mu
Kemudian ketawa semula
Ku takut kepada-Mu
Ku mengaharap juga pada-Mu
Semoga ku kan selamat dunia dan akhirat
Seperti Rasul dan sahabat
Tuhan diri ini tak layak ke surga-Mu
Tapi tidak pula aku sanggup keneraka-Mu
Nasyid Raihan “ Damba cinta-Mu”





