Bima Sakti (Alam Semesta)
Bumi kita berada di dalam galaksi yang bernama Bima Sakti yang ukurannya sangat besar. Sebagaimana galaksi lainnya, Bima Sakti juga memiliki pusat galaksi. Mungkin kamu masih ingat apa yang disebut sebagai pusat galaksi seperti yang sudah kita bahas dibagian sebelumnya. Bintang-bintang yang terdapat di bagian tengah merupakan bintang-bintang yang sangat tua dab berwarna merah atau kuning. Sedangkan yang berada di lengan galaksi masih berusia muda dengan suhu tinggi dan berwarna biru. Selain itu, gas dan awan debu juga terdapat di lengan ini.
Bima Sakti berbentuk spiral; kenyataannya, bentuk galaksi ini menyerupai “Setir Mobil”. Ia memiliki lengan dari pusatnya ke arah luar. Ada empat lengan. Salah satunya dinamakan “Hunter Arm”. Kumpulan planet yang disebut “Tata Surya” berada di lengan ini, dan bumi kita merupakan salah satu planet yang berada di dalam kelompok ini.
Sistem Tata Surya kita terletak sedikit lebih jauh dari setengah lengan yang keluar dari pusat spiral galaksi. Matahari (dan sistem tata surya kita) berevolusi mengelilingi pusat galaksi, dan menyelesaikan perjalanannya mengelilingi galaksi setiap 220 milyar tahun lebih.
Bima Sakti yang sangat besar ini telah berbentuk dan bergerak seperti saat ini selama milyaran tahun. Meskipun semua bintang berevolusi dengan kecepatan luar biasa, mereka tetap berada di jalurnya masing-masing.
Walaupun demikian, mustahil bintang-bintang itu membentuk diri atas kemauan mereka sendiri. Juga mustahil bagi mereka untuk mencapai kesepakatan; menetapkan lintasan yang tepat dan bergerak secara teratur. Juga mustahil jika aturan yang mengatur bintang-bintang ini terbentuk dengan sendirinya. Bayangkan batu-batu di tamanmu! Dapatkah batu-batu itu mengambil keputusan dan berkata, “Biarkan sebagian dari kami berada di tengah dan sebagian lagi pada jari-jari, untuk kemudian berputar mengelilingi taman itu?“ Apakah kamu akan percaya apabila ada yang mengatakan bahwa batu-batu itu telah saling bicara tentang hal ini? Tentu saja tidak. Dengan demikian, mengatakan bahwa Bima Sakti terbentuk secara kebetulan dan bintang-bintang mulai bergerak menurut kemauan mereka sendiri akan menjadi sama lucunya dengan cerita batu-batu di taman tadi. Ingatlah bahwa benda langit adalah benda mati yang tak memiliki kesadaran seperti halnya batu-batu di taman.
Tak ada selain kekuasaan Allah yang mampu menciptakan milyaran bintang raksasa di alam semesta dengan teratur. Allah menciptakan mereka beserta aturanNya untuk setiap mereka. Mereka membuktikan Kekuasaan dan Pengawasan Allah atas alam semesta. Karenanya, setiap informasi yang kita pelajari mengenai alam semesta ini mengingatkan kita pada keberadaan Allah Yang menciptakan alam semesta. Demikianlah, Allah pun memperlihatkan kepada kita Kearifan dan Ilmu-Nya yang tak terhingga..
Sekarang, mari kita amati bintang-bintang.
(Bersambung)
HARAPAN
HARAPAN adalah kekayaan kita yang berharga setelah Iman dan Kesehatan
Karena dengan adanya HARAPAN orang akan tetap berjuang
Dan ketika orang kehilangan HARAPAN dia akan berhenti berjuang
Al-Qur’an menyatakan :
“Nabi Ibrahim as berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Alloh kecuali orang-orang yang sesat”.
Ketika orang berputus asa maka semua kemampuannya
Tidak bisa dia gunakan lagi Tidak On Track lagi,
Tapi dia sudah keluar dari jalan penyelesaian
Kenapa orang bisa sampai Bunuh Diri
Apakah dia tidak punya Ilmu ? Punya !
Apakah dia tidak mempunyai kekuatan ? Ada !
Apakah dia tidak mempunya harta ? Ada !
Tapi yang hilang adalah HARAPAN
Karena itu jangan pernah Putus HARAPAN
Karena Alloh mampu memudahkan segala yang sulit
Dan tidak ada yang sulit kalau Alloh sudah memudahkan
Ketika anda berhadapan dengan Kesusahan
Dekatkanlah diri kepada Alloh
Insya Alloh kita dengan pertolongan Alloh
Akan jauh lebih kuat dari masalah yang kita hadapi
Keluarlah Sebagai Pemenang
Undanglah dukungan Malaikat dengan Kesungguhan
Kerja Keras dan Sikap Pantang Menyerah Anda.
Walhamdulillahirabbil’alamin
Pandangan Hati
Pandangan Mata Selalu Menipu
Pandangan Aqal Selalu Tersalah
Pandangan Nafsu Selalu meluluh
Pandangan Hati Itu Yang Hakiki
Kalau Hati Itu Bersih
Hati Kalau Selalu Bersih
Pandangannya Akan Menembus Hijab
Hati Jika Sudah Bersih
Firasatnya Tepat Kehendak Alloh
Tapi Hati Bila Dikotori
Bisikannya Bukan Lagi Kebenaran
Hati Tempatnya Jatuhnya Pandangan Alloh
Jasad Lahir Tumpuan Manusia
Utamakanlah Pandangan Alloh
Daripada Pandangan Manusia
By Hijazz
ALAM SEMESTA
Pada bab ini kita akan menyinggahi planet-planet dan benda-benda angkasa yang lain. Matahari, bulan, dan bumi adalah yang paling kita kenal diantara semuanya. Sebenarnya masih banyak lagi benda angkasa yang tidak bisa kamu lihat.
Bayangkanlah film kartun atau film-film mengenai angkasa luar! Di film tersebut nampak bahwa angkasa di atas awan penuh dengan bintang, planet, dan meteorit. Semuanya merupakan benda langit. Milyaran benda langit berkumpul bersama-sama membentuk kumpulan sistem bintang yang dinamakan galaksi. Semua benda langit sangatlah besar. Bumi kita teramat kecil dibandingkan benda angkasa lain. Namun, bumi sudah cukup besar untuk dihuni manusia, binatang, gunung-gunung, lautan, dan segala sesuatu yang dapat kamu bayangkan.
Sekarang ayo kita teruskan perjalanan ke kumpulan sistem bintang, yaitu galaksi yang didalamnya terdapat milyaran bintang.
GALAKSI
Galaksi terdiri dari milyaran bintang-bintang. (Bintang merupakan benda langit seperti halnya matahari. Namun bumi dan bulan bukan bintang). Terdapat sekitar tiga trilliun bintang dalam galaksi yang terbesar. Pada umumnya setiap galaksi berisi 200 hingga 300 milyar bintang, sementara galaksi kecil memiliki 100 milyar bintang.
Sekarang cobalah berpikir sejenak: apa artinya satu milyar untukmu? Jika kamu meletakkan dua nol setelah angka satu, akan menjadi 100. Jika kamu menambahkan satu nol lagi maka ia akan menjadi 1000. Tambahkan satu nol lagi, dan kamu memiliki angka 10,000 (sepuluh ribu). Dapatkah kamu berhitung sampai 10.000? Kamu pasti bisa, walau tentunya sangat lama. Tapi, kita masih belum mencapai angka satu milyar. Sekarang kita tambahkan dua nol lagi untuk 10,000. Sekarang menjadi 1,000,000 (satu juta). Kita baru sampai pada sedikit sekali jumlah bintang-bintang dalam sebuah galaksi. Namun, jika kamu menambahkan tiga nol lagi setelah 1,000,000, maka sampailah kita pada angka 1,000,000,000 (satu milyar). Dapatkah kamu berhitung sampai 1,000,000,000? Berhitung sampai satu milyar akan menghabiskan waktu beberapa dekade, satu dekade sama dengan sepuluh tahun.
Kini kita hampir mencapai jumlah bintang-bintang dalam galaksi. Jika kamu letakkan dua nol lagi setelah angka 1,000,000,000, ia akan menjadi 100,000,000,000 (seratus milyar). Ini adalah jumlah bintang didalam galaksi yang paling kecil.
Sudahkan terbayang olehmu mengenai ukuran alam semesta? Jika kamu menghabiskan hidupmu hanya untuk berhitung, tetap saja kamu masih akan gagal untuk menghitung semua bintang di angkasa. Allah, sang Pencipta alam semesta, telah menciptakan ruang angkasa yang tak terbayangkan luasnya olehmu dari sesuatu yang tak ada, dan Allah selalu mengawasi setiap titik di jagat raya ini. Allah mengetahui dan melihat semua yang ada di dalam alam semesta ini, berikut segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Al Qur’an menjelaskan Kekuatan Allah yang tak terbatas ini sebagai berikut:
… Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah maha Kuasa atas segala sesuatu. (Surah Al ‘Imran: 29)
Sekarang ayo kita coba kembali untuk mempelajari galaksi lebih lanjut.
Dalam setiap galaksi terdapat pusat galaksi. Di sekeliling pusat galaksi terdapat lengan yang berputar dengan kecepatan yang luar biasa. Lengan ini terdiri atas bintang-bintang, gas dan awan debu.
Galaksi, dengan pusat galaksi dan lengannya, menjadi benda langit yang terbesar di angkasa. Benda langit ini juga membentuk gugusan galaksi. Didalamnya terdapat ribuan galaksi. Selanjutnya, gugusan-gugusan galaksi tersebut membentuk kumpulan gugusan benda langit. Gugusan-gugusan ini semakin besar dan terus membesar.
Sekarang perhatikan apa saja yang telah kita ketahui:
Ø Galaksi terdiri atas milyaran, bahkan trilliunan bintang-bintang;
Ø Setiap galaksi memiliki pusat galaksi;
Ø Galaksi memiliki lengan yang terdiri atas bintang-bintang, gas dan awan debu yang berputar mengelilingi pusat galaksi dengan kecepatan tinggi.
Ø Galaksi-galaksi secara bersama-sama membentuk gugusan galaksi. Bahkan terdapat hampir ribuan galaksi yang membentuk gugusan tersebut. Gugusan-gugusan galaksi juga bersama-sama membentuk gugusan-gugusan lagi.
Ingatlah bahwa sebuah galaksi kecil memiliki 100 milyar bintang-bintang yang besarnya belum tentu sebesar matahari. Selain itu, terdapat planet yang besar dan kecil seperti halnya bumi kita yang berputar mengelilingi bintang-bintang tersebut.
Sekarang coba perhatikanlah. Dapatkah milyaran bintang berkumpul bersama dengan teratur secara kebetulan? Dapatkah bintang-bintang memunculkan sebuah keteraturan yang memungkinkannya bergerak tanpa bertabrakan dengan benda-benda langit lainnya (misalnya bumi kita dengan planet-planet yang lain)?
Nyatanya tidaklah demikian. Semua memperlihatkan bahwa perputaran dan pergerakan bintang-bintang dengan kecepatan tinggi tanpa bertabrakan dengan benda langit lainnya sejak saat pertama keberadaanya merupakan tanda dari keberadaan Alah Sang Pencipta, Sang Perencana, Sang Pengatur, Yang Mengatur Alam Semesta. Allah telah membuat jalur bagi setiap planet, bintang, dan komet di angkasa. Mereka semua berada di jalurnya masing-masing tanpa bertabrakan dengan yang lainnya.
Sekarang mari kita lanjutkan petualangan kita ke galaksi kita sendiri.
(Bersambung)
AL QUR’AN MEMBERITAHU KITA TENTANG ALAM SEMESTA
Allah menurunkan Kitab Suci Al Qur’an bagi manusia. Al Qur’an memberikan informasi paling akurat tentang segala hal. Karena setiap yang tercantum di dalam Al Qur’an merupakan Firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Perkasa. Namun, ketika Al Qur’an diturunkan, ilmu pengetahuan dan teknologi masih belum secanggih sekarang. Bahkan, hingga saat ini, tak seorang pun mampu membuat penelitian mengenai semua hal-hal yang tercantum dalam Alqur’an. Meskipun demikian, saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah sangat maju. Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan seluruhnya sesuai dengan yang tercantum dalam Alqur’an. Alqur’an mengabarkan pada kita bahwa langit dan bumi –alam semesta- dahulu merupakan satu kesatuan, tapi kemudian Allah memisahkannya. Dalam Alqur’an, fakta ilmiah ini digambarkan sebagai berikut:
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu bahwasannya langit dan bumi itu dahulunya adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya …. (Surat al-Anbiya’: 30)
Mari kita cermati ayat tersebut:
Ø Kata “langit” meliputi seluruh penjuru langit, termasuk ruang angkasa.
Ø Pernyataan “langit dan bumi itu dahulunya adalah sesuatu yang padu” menggambarkan segala sesuatu di alam semesta ini dahulunya bersatu padu.
Akhirnya, pernyataan ”kemudian Kami pisahkan antara keduanya” menjelaskan bahwa alam semesta menjadi berkeping-keping dengan adanya suatu ledakan.
Contoh ini membuktikan dua fakta penting:
Ø Alqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah.
Ø Berita yang diberikan oleh Alqur’an adalah yang paling benar. Karena Allah, Yang menciptakan alam semesta ini menurunkan Alqur’an, sedangkan Allah yang paling tahu apa yang telah Dia ciptakan.
Dalam Bab ini, kita lihat bahwa Allah menciptakan alam semesta ini dari ketiadaan. Kini, bersiaplah untuk mulain menjelajahi alam semesta, yang menunjukkan betapa Tak Terbatasnya Pengetahuan dan Kekuatan Allah.





